Kali ini saya persembahkan dua kisah singkat yang saya adaptasi dari sebuah situs luar negeri yang memuat ratusan kisah inspiratif.

Oma saya meninggal di hari Natal 2002. Ia meninggal di usia 68 tahun akibat komplikasi beberapa penyakit. Beberapa hari setelah pemakamannya, saya berkunjung ke rumahnya dan bersama dengan opa, kami melihat-lihat beberapa foto yang mereka gantungkan di dinding ruang kerja. Opa kemudian mengambil salah satu dari foto-foto itu. Foto itu adalah foto pernikahan mereka. Dalam gambar itu, keduanya terlihat muda, langsing, mempesona, dan begitu bahagia. Opa sejenak menatap foto itu kemudian beralih padaku dan berkata, “beginilah aku melihat omamu setiap hari dalam hidupku”.
Saat itulah aku memahami apa arti cinta.

By: anonymous
—————–

Keponakanku, keponakan yang paling dipuja! Namanya Hunter, ia lahir 16 November 1994 dan kami tahu ia menderita down syndrome, dan kami telah siap menghadapi beberapa kondisi lain yang mungkin akan dialami oleh anak dengan down syndrome. Aku bersyukur ia ada di sini bersama kami. Adikku telah diberitahu bahwa anaknya akan berada di dalam kantung bayi setidaknya selama setahun – puji Tuhan ternyata itu tidak lebih dari 6 bulan; adikku juga diberitahu bahwa anaknya itu tidak akan bisa berjalan sampai usia 5 tahun – puji Tuhan ternyata menginjak usia 2 tahun ia sudah bisa berjalan; dikatakan juga bahwa bicaranya tidak akan pernah sempurna – puji Tuhan itu tidak benar. Tulisan ini tidak hanya saya persembahkan kepada keponakan saya tercinta, tapi juga bagi orang tuanya yang benar-benar luar biasa, tekun, dan begitu berdedikasi. Mereka tidak pernah memperlakukan Hunter berbeda, membuatnya berbeda, ia diperlakukan selayaknya anak muda yang luar biasa dan dikenal banyak orang karena mereka memperlakukannya demikian, dan memang inilah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang tua. Terima kasih kepada adik dan adik iparku atas hadiah terbaik yang kalian berikan. Saya belajar banyak darimu, the HUNT-man!!!

by Tracey