Saya ingin berbagi dengan anda sebuah kisah tentang kekuatan dari ketekunan, dedikasi, dan tekad. Ini adalah kisah tentang adik bungsu saya, Jonathan yang mengidap autism. Jonathan yang lahir pada 14 Maret 1989 ini adalah anak yang tampan, sehat, pribadi yang menyenangkan dan sosok yang energik. Awalnya ia tidak bermasalah dengan kontak mata dan perbendaharaan kata ketika mulai belajar berbicara. Namun menginjak usia 2 setengah tahun, ia mulai kehilangan kemampuan tersebut secara drastis. Ia mulai jarang melakukan Kontak mata dan beberapa kata yang telah dikuasainya beberapa bulan yang lalu hilang begitu saja sehingga komunikasinya berganti menjadi nonverbal. ia kemudian didiagnosa menderita autism yang parah dan itu artinya otaknya tidak akan bisa berkembang secara normal sesuai usianya. Autism adalah gangguan neurological yang akan dialami seumur hidup dan bersifat menyeluruh. Meski demikian, tidak peduli seberapa sulit dan extrimnya kondisi tersebut, ‘individu penderita autism hanya akan mengalami keterbatasan ketika kita meletakkan batasan-batasan tersebut di sekitarnya’. Begitu yang selalu ditekankan oleh ibu kami yang mengagumkan, Olga. Ia selalu mengajarkan bahwa bukan hanya Jonathan yang merupakan penderita autism, melainkan kami adalah keluarga autism dan sudah merupakan kewajiban kami untuk melakukan segalanya untuk menolong Jonathan mengarungi kehidupan yang sulit ini.
Tahun-tahun berlalu dan ibu kami yang sangat inspiratif itu tanpa henti mencari kegiatan-kegiatan bagi anak berkebutuhan khusus dan mendaftarkan Jonathan ke sebanyak mungkin program extrakurikuler. Oleh karena ketidakmampuan Jonathan untuk proaktif menentukan apa yang ingin dipelajarinya, kami mencoba memasukkannya ke berbagai kegiatan olahraga seperti bowling, berkuda, dan basket. Kegiatan-kegiatan ini selain berfungsi sebagai penyaluran energy bagi Jonathan, juga agar membiasakannya berasimilasi dengan aktivitas-aktivitas yang lazim dilakukan anak-anak seusianya dan seperti juga yang dilakukan oleh saudara-saudaranya. Jonathan tidak selalu antusias dalam semua kegiatan ini, tapi ibu kami tanpa lelah memberinya semangat untuk beradaptasi dengan lingkungan-lingkungan yang beragam ini. Tekad inilah yang membuat ibu kami kemudian mendaftarkan Jonathan ke sebuah klub lari yang dikhususkan bagi anak berkebutuhan khusus bernama ROLLING THUNDER. Pertama kali Jonathan mengikuti latihan di klub itu, ia benar-benar berjuang keras. Dalam Beberapa minggu awal keikutsertaannya, ia tidak sanggup berlari lebih dari 10-15 yard tanpa keinginan berhenti, terganggu, atau sekadar ingin merebahkan diri. Namun ibu kami mulai berlari di sisi Jonathan, beberapa kali terpaksa mencengkeram sabuknya dan menariknya sepanjang lintasan. Bahkan setelah dua bulan berlatih, Jonathan tidak kunjung memahami konsep berlari. Ibu kami sudah nyaris menyerah dan siap mengeluarkan Jonathan dari keanggotaan klub tersebut. Selain disebabkan oleh kelelahannya yang beberapa kali harus menyeret Jonathan saat berlari, ketidakmampuan Jonathan untuk memahami olahraga juga membuatnya hampir menyerah. Direktur klub tersebut mendorong ibu kami untuk tidak menyerah dan berjanji akan membantunya agar Jonathan mau terus berlari. Suatu hari, direktur itu mengenalkan ibu kami pada seorang pelatih lari bernama Vincent Del-cid. Berbulan-bulan kemudian, Vincent berhasil membuat Jonathan sanggup berlari tanpa henti menempuh jarak yang cukup panjang. Vincent percaya pada Jonathan dan memutuskan akan melatihnya tiga kali seminggu. Setelah beberapa bulan, Jonathan belajar sendiri mempercepat larinya dan sebagai konsekuensi dari latihannya , berat badannya mulai berkurang. Ia tidak hanya memperoleh tempat untuk menyalurkan energinya yang tak terbatas itu, namun ia juga mulai bersemangat mengikuti kegiatan olahraga. Tidak perlu lagi bersusah payah memaksanya berlatih, ia sendiri sangat senang memulainya, bahkan ia telah mampu mengikatkan sendiri tali sepatunya (sesuatu yang memerlukan 10 tahun untuk dikuasainya), memasang sendiri rompi larinya, dan menjumpai pelatihnya.
Setelah setahun berlatih, Jonathan mampu berpartisipasi secara reguler dalam kegiatan lari 5 dan 10 kilometer dan mulai berkembang menjadi pelari yang sesungguhnya. Ia serius menekuni dunia atletik.
Awal 2008, Vincent memutuskan akan meningkatkan dukungannya terhadap Jonathan. Sebagai atlet yang sudah sangat berpengalaman, ia melihat sesuatu yang luar biasa dalam diri Jonathan dan memutuskan untuk melanjutkan latihan mereka ke level yang lebih tinggi. Ia memberitahu ibu kami bahwa ia hendak mengikutsertakan Jonathan dalam kegiatan lari marathon. Ia sepenuhnya yakin bahwa Jonathan memiliki segala yang diperlukan untuk berlari dan telah berhasil menyelesaikan jarak 26.2 mil melintasi seluruh wilayah Manhattan.
Sebagai saudara, reaksi saya bercampur aduk. Takut bahwa ini sangat berisiko; bahagia karena adik saya akhirnya akan mencapai apa yang tidak semua orang bisa lakukan dalam hidupnya; gelisah bahwa ini mungkin saja akan membuat Jonathan tidak lagi menyukai lari. Akhirnya saya tetapkan untuk … berterima kasih. Saya sungguh-sungguh bersyukur bahwa adik saya akan meraih sesuatu yang luar biasa; sesuatu yang melampaui segala keterbatasannya untuk kemudian menyelesaikan sebuah lari marathon.
Tanggal 2 November 2008, Jonathan menuntaskan marathon pertamanya dalam waktu 4 jam 48 menit yang sangat melelahkan. Keluarga kami berada 100 yard dari garis finish ketika kami menyaksikan Jonathan yang nampak amat letih namun tetap tangguh mencapai garis finis. Momen itu tak akan terlupakan selamanya. Sebuah moment luar biasa dalam kehidupan kami.
Saat ini Jonathan benar-benar telah berkembang menjadi pelari yang dikaruniai talenta luar biasa dan atlet yang fantastik. Ia berlatih sepanjang tahun, 20-30 mil per minggu. Dan yang lebih penting, ia telah menginspirasi begitu banyak orang dari seluruh dunia dengan apa yang diraihnya dan juga kharismanya. Sampai Juli 2014, ia telah mengikuti 12 kegiatan marathon dan satu ultra marathon.

Daftar kegiatan marathon yang diikuti Jonathan (semuanya terselesaikan):
ING NYC Marathon 2008
Boston Marathon 2009
ING NYC Marathon 2009
Boston Marathon 2010
ING NYC Marathon 2010
Boston Marathon 2011
ING NYC Marathon 2011
Boston Marathon 2012
Boston Marathon 2013**
Long Island Marathon 2013
ING NYC Marathon 2013
Boston Marathon 2014

Sebenarnya ia juga berpartisipasi dalam Boston Marathon 2013 namun tidak menyelesaikannya terkait dengan peristiwa bom kala itu.

by:
Verlaine