YERUSALEM – Sebuah batu kuno dengan tulisan bahasa Ibrani dipamerkan di Yerusalem. Dan kabarnya, batu kuno yang dinamakan Gabriel Stone ini mengungkap prediksi
adanya keberadaan Mesias (juru selamat) sebelum Yesus.Dilansir Dailymail, Jumat (3/5/2013), dinamakan Gabriel Stone (Batu Gabriel), batu tersebut ditemukan
13 tahun lalu di Jordania. Batu tersebut menuai kontroversi pada 2008, ketika ilmuwan Israel berteori bahwa prasasti ini merevolusi pemahaman Kristen awal.
Ilmuwan yang bernama Israel Knohl ini mengklaim bahwa maksud dari tulisan di batu tersebut menunjukkan bahwa Mesias lebih dahulu hadir sebelum munculnya
Yesus. Penafsirannya menyebabkan “badai” di dunia studi Alkitab, di mana para cendekiawan mengadakan sebuah konferensi internasional untuk membahas teks
bacaan pada batu kuno tersebut.Terkini, website Telegraph melaporkan bahwa Israel Khohl, yang merupakan sarjana Alkitab di Hebrew University di Yerusalem
mengatakan, fragmen Batu Gabriel ini masih bisa ditemukan. Ini menandakan tidak hanya satu
artefak
batu yang ditemukan, tetapi
arkeolog
dapat menemukan Batu Gabriel berikutnya.Batu Gabriel ini membawa kembali arkeolog pada periode Dead Sea Scrolls dan Second Temple. Khohl mengungkapkan penafsirannya
yang mungkin terlupakan oleh akademisi lain, di mana Allah menyerukan kepada “anak” untuk “kembali ke kehidupan”. “Ini sangat mungkin bahwa teks ditulis
pada dua batu, terutama karena bahasa termasuk referensi untuk Perjanjian baru atau Konvensi,” kata Khohl. Lebih lanjut ia menjelaskan, ada pesan yang
dibuat dalam bentuk tablet untuk meniru ide dari dua tablet berisi Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada Musa di Gunung Sinai.Ia tidak yakin bahwa
batu kuno yang telah ditemukan memiliki komposisi yang penuh. Sehingga, ada bagian atau potongan Batu Gabriel lain yang belum ditemukan.Ia berharap di
masa depan, arkeolog bisa menggunakan teknologi canggih di bidang fotografi dengan tampilan definisi tinggi (HD) yang bisa mengungkap asal-usul maupun
pesan dari batu kuno tersebut. “Bila ada yang bisa memikirkan teknologi baru atau ide untuk menambah informasi bagi kami, silakan datang dan memberitahu
kami. Ini akan menjadi kontribusi besar untuk mempelajari Yudaisme dan kekristenan,” jelasnya.
Sumber:
okezone