Wah, ini nih ada berita buruk dari pemerintah. niatnya sih baik, tapi sangat merugikan rakyat kecil seperti saya. kalau yang punya kartu kredit sih tidak masalah, tapi bagi yang tidak punya…? di negara ini kan masih banyak yang meskipun sudah jadi pegawai tapi tidak bisa mengurus kartu kredit karena gaji yang tidak mencukupi. lagipula, kalau punya kartu kredit, ngapain mesti mengunduh? langsung aja beli di toko! bagi pembaca, coba disimak ya…!

Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring berencana akan memblokir situs-situs download musik atau film gratis yang selama
ini bertebaran di dunia maya. Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi karya cipta seni musik di Indonesia.

“Saya ingin antara industri dan innovator bertemu sehingga dapat melahirkan karya-karya bagus di negeri ini. Membiarkan kreasi anak bangsa terlantar adalah
dosa pemerintah. Saat saya diberi amanah saya tidak ingin berdosa, karena itu harus pasang strategi,” jelas Tifatul saat ditemui dalam acara ‘Apresiasi
Karya Cipta Seni Musik Indonesia di Dunia Maya’ di kantor Menkominfo, Jakarta, Rabu 27 Juli 2011.

Jika masih ada para pelaku yang mengunduh secara illegal, mereka akan dikenai UU ITE Pasal 25 yang ancaman hukumannya adalah 9 tahun atau bayar denda sebesar
RP 3 miliar. Namun demikian, sebelum melangkah ke hukum, Tifatul akan menggalakkan upaya sosialisasi, edukasi, literasi, serta kampanye tentang aturan
tersebut. “Sekarang belum by law, belum ada polisi datang ke warnet-warnet. Kita sosialisasi dulu agar mereka sadar. Ketika nanti mereka mendownload, ada
alternatif dan harganya murah, misalnya buku 3000 halaman cuma 5 dolar, 45 ribu,” katanya.

Tifatul mencatat pada tahun 2009, bisnis karya cipta, musik, film, software, dan karya yang lain, di internet mencapai angka 300 triliun. Oleh karenanya,
dia menyadari bahwa orientasi bisnis internet sangat besar. Dia menganggap alangkah baiknya jika para musisi dan seniman turut memetik hasil dan jerih
payahnya melalui internet. “Ringbacktone Mbah Surip Tak Gendong itu katanya hampir Rp 2 miliar, lewat internet harga murah tapi pembeli banyak. Kalau jual
seribu per lagu tapi resmi kalau yang terjual satu juta kan satu miliar. Kalau YouTube, tambahkan lagi dua juga, kan besar,” katanya. “Orang yang berkreasi
harus mendapatkan hasil dari kreasinya itu,” tutupnya.

Jadi untuk Anda masyarakat Indonesia, berhati-hatilah dan jangan melakukan perbuatan yang bisa merugikan Anda pribadi. Ke depannya, mungkin bangsa ini menjadi
bangsa yang menghargai karya seni apapun dengan menaati peraturan yang ada dan membeli produk-produk asli.

Jadi bagaimana menurut teman-teman yang lain???

Sumber: vivanews.com