Apakah ini?
Apakah itu?
Situasinya sulit
Suasananya rumit.

Tolong aku!
Uraikan simpul yang kusut ini
Bukakan jalan yang buntu itu
Berikan kunci pintu yang tergembok ini!

Bias saja kudobrak,
Bias saja kuterobos
Namun apa itu?
moralitas dan sosialitas siap memenjarakanku.

Makhluk apa aku ini?
Belum pernah kutemukan yang menyerupaiku
Haruskah kubangga?
Ataukah minder?

Tak ada gunanya bertanya
Tak berguna menyesali

Terus berjalan meski tertatih
Terus berjuang meski terlukai.

Tapi…
Apa ini?
Apa yang di dalam sini?
Dirikukah? Kurasa bukan!

Tapi…
Dia bilang inilah aku
Dia bilang aku ini anaknya
katanya aku ini gambaran dirinya!

Siapa dia, berani mengaku-ngaku?!
Dia bilang dialah yang membentukku dalam kandungan ibuku
Dia bilang akan menemaniku sampai kesudahan segala sesuatu
Dia memintaku berserah, bukan menyerah.

Orang itu selalu berjanji
Tidak perduli aku mampu atau tidak
Asalkan aku mau
Aku akan dijadikan kepala, bukan ekor.

Waw!!! Luar biasa!
Tapi sekali lagi, siapa dia itu?
Mudah sekali ia berjanji yang muluk-muluk!
Mana mungkin aku percaya pada yang belum kukenal!

Aku ini memang bodoh sekali ya!
Bertahun-tahun aku mengaku mengenalnya,
Tapi tak jua aku mempercayainya!
Apa benar aku mengenalnya?

Hai diriku!
Terlalu bebalkah engkau?
Sepicik itukah engkau?
Kau bahkan tak mengenali yang memberimu hidup.

Hai diriku!
Terkadang aku menyesal memilikimu
Musuh terbesarku adalah kau!
Kapan kita bias berdamai???

Mungkinkah itu terjadi?
Maukah kau bersahabat dengan makhluk anehh sepertiku?
Sudikah kau berjalan bersamaku dalam kedamaian?
Aku ragu!

Ya Tuhan…!!!
Ha…..? siapa yang kusebut tadi?
Tuhan???
Masih pantaskah aku menyebut namaNya?
Masih berartikah aku bagiNya?

Ya Tuhan…!
Akhirnya harus kuakui
Tak ada yang lebih kubutuhkan selain Engkau
Mungkin tak ada yang lebih membutuhkanMu daripadaku.

Hanya Kau yang mampu memberi damai
Hanya Kau yang mau menerimaku sepenuhnya
Tak peduli aku bodoh, bobrok, dan lemah
Kau selamanya mengasihiku dan tak sekalipun membiarkanku.

Kini kuangkat tangan di hadapanMu
Oh, Tidak… bukan hanya tanganku
Hatiku juga, Tuhan!
Iya, aku mau
Percaya sepenuhnya padamu
Dan terima semua janjiMu.

Hai diriku! Maafkan aku yang sering menipumu!
Aku pun telah memaafkan keangkuhanmu.
Mari kita sama-sama berpikir dan belajar!
Melakukan yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji!