terbangun di pagi hari
mencoba mengarungi lautan kata
mencari kepastian untuk mengungkapkan
perjalanan hidup yang sama sekali tak simetris.

kegembiraan meluap
kesedihan menguap
kebahagiaan merapuh
kesengsaraan meluruh.

di sela-sela hari ada kegamangan
meretas menerobos keteguhan hati
adakah ruang di balik solidnya replika pribadi?
adakah realitas di balik kakunya simbol-simbol karakter diri?

kadang terdengar sebuah narasi
tentang mustahilnya suatu misi
harapan dan kenyataan terhalang deretan sepasi
hanya mampu berharap pada serangkaian durasi.

kulambaikan tangan pada jiwaku
tetap saja ia kaku dan membeku
kusentuh dia dengan inspirasi
tak jua ia termotivasi.

sekumpulan mimpi saling berebut tempat
di dalam visi yang tak tentu arah
kejujuran tak lagi mumpuni
kebenaran tak lagi punya nyali.

kini hatiku tak mampu lagi
menahan erosi batinku
abrasi pun tak segan menghabisi
hingga tak ada lagi setitikpun kisi-kisi.

ah… sudahlah!
aku tak ingin berdebat lagi
meski hanya dengan diriku sendiri.

sebaiknya aku menepi
finalisasi mimpi-mimpi yang tak terealisasi
mengevakuasi angan-angan yang berserakan di sembarang tempat
segalanya pasti akan tiba pada saat yang tepat.

Sincerely:
Iin