Kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah fakta ilmiah yang perlu diketahui yaitu tentang mimpi. Kita semua pernah bermimpi kan? Malah ada beberapa orang dalam kitab suci yang dikisahkan mampu menafsirkan mimpi. Saya jadi ingat waktu masih SMA sering dimintai tolong oleh beberapa teman menafsirkan mimpinya demi mendapatkan angka-angka yang akan dipilih dalam permainan judi yang mereka ikuti. Padahal saya tidak tahu apa-apa! Entah atas dasar apa mereka ngotot minta petunjuk dari saya! Mungkin dalam pikiran mereka, sebagai tunanetra saya memiliki semacam indera keenam yang bisa meramalkan angka berapa yang akan dipilih oleh bandar sebagai pemenang judi itu. Hahahahaha… Lucu bgt deh! Awalnya saya menolak dengan berdalih tidak ingin mereka rugi karena kemungkinan besar tebakan saya salah, tapi mereka terus memaksa dengan berkata, tak apa-apa, sebutkan saja angkanya…! Saya benar-benar terdesak dan mereka tidak akan pergi sebelum saya menyebutkan angka-angka itu. Akhirnya dengan asal-asalan saya menyebutkan beberapa angka sambil berkata, saya tidak bertanggung jawab kalau sampai mereka rugi banyak… Mereka dengan gembiranya berlalu dari hadapan saya dan akhirnya saya bisa tenang. Saya berharap angka yang saya sebutkan itu salah sehingga mereka tidak perlu menyuruh saya meramalkan angka lagi, tapi anehnya angka-angka yang saya sebutkan itu selalu benar dan tentu saja membuat mereka semakin percaya bawa saya punya indera keenam. Tapi untunglah hal itu tidak berlangsung lama. beberapa bulan kemudian, tebakan-tebakan saya sudah sering meleset dan otomatis membuat mereka tidak berminat lagi menjadikan saya peramal ulung. hahahaha…
Ehhh, kayaknya sudah kejauhan nih ngelanturnya. Kita kan mau membahas soal fakta ilmiah…? Ya sdah, langsung disimak saja ulasannya ya!!

Mimpi adalah komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa kita. Sebenernya sepanjang waktu kita bermimpi meski mungkin kita tidak sedang tidur, hanya saja proses itu
berlangsung di alam bawah sadar kita.

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai mimpi :
1. Orang Buta Jg Bermimpi
Orang yangg terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat gambaran apapun, tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yg mereka rasakan. Memang
sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi “keinginan” tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan
fisik manusia.

2. Kamu Akan Lupa 90% Dari Mimpimu
Sekitar 5 menit setelah kamu terbangun kamu akan segera melupakan 50% dari mimpimu, 10 menit kemudian 90% “jalan cerita” mimpimu akan terlupakan.
Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yg indah, dia lalu segera menuliskannya di kertas untuk
menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-tiba ada orang yangg datang ke rumahnya. Setelah urusan dengan orang itu selesai Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi, tapi dia tidak berhasil mengingat lagi mimpinya. Puisinya itu tidak pernah selesai.
Puisi yang tidak pernah terselesaikan itu berjudul “Kubla Khan” dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris.
Robert Louis Stevenson ( penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde ) dan Mary Shelley’s Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yang mereka alami.

3. Semua Orang Bermimpi
Semua orang bermimpi ( kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah ) tapi laki-laki dan perempuan mimpinya beda dan beda pula reaksi fisiknya. Pria cenderung bermimpi tentang pria lain sedangkan wanita mimpinya cenderung berimbang tentang pria atau wanita lain.

4. Mimpi Mencegah Gangguan Emosi.
Pada penelitian mengenai tidur baru-baru ini, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, halusinasi dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya. Jadi kamu jangan sering-sering begadang (“online” dari malem sampai subuh) bisa sakit jiwa lama-lama lo entar!

5. Rangsangan Dari Luar Mempengaruhi Mimpi Kita.
Disebut “Dream Incorporation” dan kamu pasti udah pernah mengalami ini. Pernah mimpi gini, kita rasanya haus bgt terus kita minum sebotol air tapi sebentar kemudian rasanya sudah haus lagi… minum lagi… haus lagi begitu terus berulang dan akhirnya saat kita bangun kita baru sadar kalo kita memang lagi kehausan.
Contoh yang lain adalah saat kita mimpi kebelet pipis.

6. Saat Bermimpi Tubuhmu Akan Lumpuh
Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita tidak bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi kita. Bayangkan saja kalau kamu mimpi dikejar massa, kalau kaki kamu tidak lumpuh bisa-bisa kamu lari ke luar rumah dan dikira maling beneran sama satpam. Ada hormon yang dihasilkan saat kita tidur yang membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-lama lumpuh.

7. Kita Hanya Memimpikan Apa Yang Kita Ketahui
Seringkali kita bermimpi berada di tempat yang asing dan ketemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal. Tapi sebenarnya otak kita tidak asal menciptakan itu, sebenarnya itu semua sudah pernah kita lihat cuma kita sendiri tidak mampu untuk mengingatnya lagi.
Mungkin kamu pernah mimpi dikejar-kejar orang asing pakai golok yang mau bunuh kita tapi mungkin saja itu dalam kehidupan nyata orang itu adalah temen bokap kamu yang ketemu di mall waktu kamu masih umur 5 tahun !
Sepanjang hidup kita sudah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat, para ahli percaya kalo memori otak kita punya kemampuan yang luar biasa untuk merekam itu semua, jadi otak tak akan pernah kehabisan “aktor dan setting” yang akan direplay dalam mimpi kita!

8. Mimpi Itu Tidak Seperti Apa Yang Terlihat
Apa yang kita lihat dalam mimpi sebenarnya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita itu kreatif bgt! Saat kita tidur, dia akan menggali database memori kita sedemikian dalamnya sampai sering kita sendiri takjub dengan mimpi aneh kita ( padahal semuanya sumbernya ya dari semua yang sudah pernah kita alami sebelumnya).
Bagaikan puisi, mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yang sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yang tertarik dengan buku tafsir mimpi.

9. Tidak Semua Orang Mimpinya Berwarna.
Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih, sementara lainnya mimpinya bisa full color (kayak tv aja ya).

10. Kita juga cenderung mengalami mimpi dengan “tema” yang sama, yaitu:
* Mimpi di sekolah,
* Mimpi dikejar-kejar (ceritanya jadi maling )
* Mimpi lari dalam gerak lambat atau lari tapi tak maju-maju ( padahal ada kereta api mau lewat )
* Mimpi basah (mimpi paling seru )
* Mimpi datang telat (biasanya kalau musim ujian heheh)
* Mimpi bisa terbang
* Mimpi jatuh, mimpi gigi copot, mimpi gagal lulus ujian, mimpi kecelakaan, dan
* Mimpi ketemu orang yang sudah mati