Jujur sangat sulit menerjemahkan lirik lagu ini. Terdapat banyak kata-kata yang tidak relevan jika diartikan secara harfiah. Namun saya berusaha untuk menyelaminya terlebih dahulu lalu mencoba menyusun kalimat-kalimatnya dengan menggunakan pemahaman saya pribadi. oleh karena itu sebelumnya saya mohon maaf apabila tidak sesuai dengan harapan dan pemahaman Anda, bahkan mungkin tidak dapat membangun sebuah comfort zone saat Anda menyimaknya. Yang jelas menurut saya lirik lagu ini sangat inspiratif karena mengisahkan seorang anak yang sejak kecil telah dididik sedemikian rupa oleh ayahnya sehingga ketika kemudian beranjak dewasa jiwanya dipenuhi oleh hasrat untuk menolong sesamanya yang mungkin telah dihancurkan oleh kekkejaman dunia. Tak henti-hentinya ia menyemangati orang-orang yang telah gagal dan hancur itu agar tetap berjuang untuk memenangkan peperangan melawan dunia yang hitam kelam ini. Satu-satunya tekadnya adalah memberikan keceriaan kepada mereka yang kecewa,hancur dan gagal. Mantap kan?

When I was a young boy
(saat aku kecil)
My father took me into the city
(ayahku membawaku ke kota)
To see a marching band
(untuk menyaksikan sebuah marching band)
He said, “Son, when you grow up
(ia berkata “Nak, saat kaubertumbuh dewasa)
Would you be the savior of the broken
(akankah kaumampu menjadi penyelamat bagi mereka yang hancur)
The beaten and the damned??
(yang letih dan yang gagal??)
He said, “Will you defeat them
(Ia berkata, mampukah kaumengalahkan mereka)
Your demons and all the non-believers
(semua kejahatan dan ketidakpercayaan dalam dirimu)
The plans that they have made?
(segala rencana yang telah mereka buat?)
Because one day, I’ll leave you
(karena suatu hari aku akan mewariskanmu)
A phantom to lead you in the summer
(sesosok “hantu” yang akan membawamu masuk pada musim panas)
To join the Black Parade”
(bergabung dengan sebuah “parade hitam”)

Sometimes I get the feeling
(terkadang aku merasa)
She’s watching over me
(ia sedang mengawasiku)
And other times I feel like I should go
(dan di lain waktu aku merasa aku harus pergi)
And through it all, the rise and fall
(dan melewati semuanya, kebangkitan dan kejatuhan)
The bodies in the streets
(mayat-mayat yang bergelimpangan di jalanan)
And when you’re gone we want you all to know
(dan saat kalian pergi ketahuilah)

We’ll carry on, we’ll carry on
(kita akan terus, kita akan melanjutkannya)
And though you’re dead and gone, believe me
(dan meski kalian telah mati dan berlalu, percayalah)
Your memory will carry on, we’ll carry on
(kenangan kalian akan tetap ada, kita akan melanjutkan)
And in my heart, I can’t contain it
(dan hatiku tak mampu menahannya)
The anthem won’t explain it
(nyanyian apapun tak akan menjelaskannya)

And while that sends you reeling
(dan sementara itu mengirimimu sebuah gulungan)
From decimated dreams
(dari sebagian besar mimpi yang telah binasa)
Your misery and hate will kill us all
(kesedihan dan kebencianmu akan membunuh kita semua)
So paint it black and take it back
(maka hitamkanlah itu dan buanglah kembali)
Let’s shout out loud and clear
(mari kita berseru dengan lantang dan jelas)
Do you fight it to the end?
(akankah kau bertarung sampai akhir?)

We hear the call to carry on, we’ll carry on
(kami mendengar seruan untuk bertindak, kami akan bertindak)
And though you’re dead and gone, believe me
(dan meski kalian telah mati dan berlalu, percayalah)
Your memory will carry on, we’ll carry on
(kenangan kalian akan tetap ada, kita akan meneruskan perjuangan)
And though you’re broken and defeated
(dan meski kalian telah hancur dan kalah)
You’re weary widow marches
(kalian adalah barisan janda-janda yang teramat sangat lelah)

On and on we carry through the fears
(tak henti-hentinya kita menghadapi rasa takut))
Disappointed faces of your peers
(wajah-wajah kecewa dari kawan-kawan)
Take a look at me
(tataplah aku)
‘Cause I could not care at all
(sebab aku tak mampu menanggungnya seorang diri)

Do or die, you’ll never make me
(bertindak atau mati, kau tak akan pernah bisa memaksaku)
Because the world will never take my heart
(karena dunia tak akan pernah memiliki hatiku)
Though you try, you’ll never break me
(walau kau berusaha, kau tak akan bisa menghancurkanku)
We want it all, we wanna play this part
(kami mengingini semuanya, kami akan memainkan bagian ini)

Won’t explain or say I’m sorry
(takkan ada penjelasan atau kata “aku menyesal”)
I’m unashamed, I’m gonna show my scar
(aku tak malu, akan kutunjukkan keburukanku)
Give a cheer for all the broken
(memberikan keceriaan bagi mereka yang hancur)
Listen here, because it’s only
(dengar ini, sebab ini hanyalah)

I’m just a man, I’m not a hero
(aku hanyalah manusia biasa, bukan seorang pahlawan)
Just a boy who wanna sing his song
(hanya seorang lelaki kecil yang ingin bernyanyi)
Just a man, I’m not a hero
(hanya manusia, bukan pahlawan)
I don’t care!
(aku tak perduli!)

We’ll carry on, we’ll carry on
(kami akan bertindak, akan terus berjuang)
And though you’re dead and gone, believe me
(dan meski kalian telah mati dan tiada, percayalah)
Your memory will carry on, you’ll carry on
(kenangan kalian akan tetap ada, kalian akan berlanjut terus)
And though you’re broken and defeated
(dan meski kalian hancur dan kalah)
You’re weary widow marches on
(kalian berada dalam barisan janda-janda yang begitu letih)

Do or die, you’ll never make me
(bertindak atau mati, kau takkan pernah bisa memaksaku)
Because the world will never take my heart
(sebab dunia takkan pernah memiliki hatiku)
Though you try, you’ll never break me
(walau kauberusaha, kau takkan bisa menggalahkanku)
We want it all, we wanna play this part
(kami mengingini semuanya, kami akan memainkan bagian ini)
(We’ll carry on)
(kami akan bertindak)
Do or die, you’ll never make me
(bertindak atau mati, kau takkan pernah bisa memaksaku)
Because the world will never take my heart
(sebab dunia takkan pernah memiliki hatiku)
Though you try, you’ll never break me
(sekalipun kauberusaha, kau takkan bisa menghancurkanku)
We want it all, we wanna play this part
(kami mengingini semuanya, kami akan memainkan bagian ini)
(We’ll carry on)
(kami akan teruskan perjuangan)