Edward masuk ruang pengampunan dosa di sebuah gereja. Dia bertekad untuk mengakui perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Dia menemui seorang Pastor.
“Pastor, saya ingin mengakui dosa,” ungkap Edward.
“Ya anakku, katakan padaku apa yang telah kau perbuat, semoga Tuhan mengampunimu,” jawab sang Pastor.
“Pastor, saya berhubungan dengan pacar saya sudah tiga tahun dan selama ini tidak ada yang tahu kecuali kami. Kemarin, ketika saya ke rumahnya, tidak seorang pun ada di rumahnya kecuali adiknya. Kami hanya tinggal berdua dan saya tidur dengannya.”
“Itulah anakku, untunglah kau menyadari kesalahanmu,” sahut sang Pastor.
“Pastor, minggu kemarin saya pergi mencari pacar saya ke kantornya, tapi tidak ada seorang pun di sana kecuali seorang temannya, saya pun tidur dengannya.”
“Itu tidak baik untukmu, kau harus segera sadar,” imbuh Pastur mendengar cerita Edward.
“Pastor, bulan lalu, saya pergi mencarinya ke rumah pamannya, tidak ada seorang pun di sana kecuali seorang sepupunya, dan saya pun tidur dengannya juga, saya menyesal.”
“Pastor? Pastor?” tiba-tiba Edward menyadari bahwa tidak ada respon dari Pastor. Pastor telah meninggalkan dirinya sendiri. Dia keluar dan melihat sang Pastor sudah tidak ada lagi.
Edward mulai mencari-cari. Sambil mencari kesana-kemari, Edward berteriak, “Pastor? Di mana anda?”.
Akhirnya ia menemukan sang Pastor dengan seorang penjaga kebun gereja.
“Pastor, mengapa anda meninggalkan saya?”

“Maaf anakku, tiba-tiba saya sadari bahwa tidak ada seorang pun di sana kecuali kita

berdua… sekarang di sini ada penjaga, mungkin bagi saya lebih aman.”