Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

Judas! Judaas Judas! Judaas
Judas! Judaas Judas! GAGA

When he comes to me I am ready
(saat ia mendatangiku aku siap)
I’ll wash his feet with my hair if he needs
(aku akan membasuh kakinya dengan rambutku jika ia memerlukannya)
Forgive him when his tongue lies through his brain
(mengampuninya saat lidahnya berbohong lewat otaknya)
Even after three times he betrays me
(bahkan meski sudah tiga kali ia mengkhianatiku)

I’ll bring him down, bring him down, down
(aku akan membunuhnya, menghancurkannya, hancur)
A king with no crown, king with no crown
(seorang raja tanpa mahkota, raja tanpa mahkota)

I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
(aku hanyalah orang goblok yang suci, o sayang, ia sungguh bengis)
But I’m still in love with Judas, baby
(tapi aku tetap cinta Yudas, sayang)
I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
(aku hanyalah orang tolol yang suci, oh sayang, ia sungguh kejam)
But I’m still in love with Judas, baby
(namun aku tetap cinta Yudas, sayang)

Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

Judas! Judaas Judas! Judaas
Judas! Judaas Judas! GAGA

I couldn’t love a man so purely
(aku tak bisa mengasihi satu orang dengan murni)
Even prophets forgave his crooked way
(meski para nabi mengampuni pengkhianatannya)
I’ve learned love is like a brick
(aku telah belajar bahwa kasih itu ibarat batu bata)
You can build a house or sink a dead body
(kaubisa membangun sebuah rumah ataupun menanam jenazah di bawahnya)

I’ll bring him down, bring him down, down
(aku akan membunuhnya, menghancurkannya, hancur)
A king with no crown, king with no crown
(seorang raja tanpa mahkota, raja tanpa mahkota)

I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
(aku hanyalah orang goblok yang suci, oh sayang, ia sungguh bengis)
But I’m still in love with Judas, baby
(tapi aku tetap cinta Yudas, sayang)
I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel
(aku hanyalah seorang tolol yang suci, oh sayang, ia sungguh lalim)
But I’m still in love with Judas, baby
(tetapi aku tetap cinta Yudas, sayang)

Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

Ohohohoh
I’m in love with Judas
(aku cinta Yudas)

In the most Biblical sense,
(dari sudut pandang alkitabiah,)
I am beyond repentance
(aku jauh dari pertobatan)
Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind
(pelacur terkenal, wanita pelacur yang memuntahkan pikirannya)
But in the cultural sense
(namun dari sudut pandang budaya)
I just speak in future tense
(aku hanya berbicara dalam konteks masa depan)
Judas, kiss me if offenced,
(Yudas, cium aku saat terluka,)
Or wear an ear condom next time
(atau pakailah kondom telinga lain waktu)

I wanna love you,
(aku ingin mencintaimu,)
But something’s pulling me away from you
(tetapi sesuatu menjauhkanku darimu)
Jesus is my virtue,
(Yesus adalah kebajikanku,)
Judas is the demon I cling to
(Yudas adalah setan yang kupegang teguh)
I cling to
(kupegang teguh)

Sekelumit Ulasannya

Beberapa pekan belakangan ini, Indonesia jadi sangat popular di seantero dunia akibat seorang penyanyi yang membawakan lirik lagu di atas. Ya, dialah sang Mother Monster, Lady Gaga. Semula saya piker penolakan yang dilakukan sejumlah ormas di Jakarta hanya disebabkan persoalan pornografi atau pornoaksi, tetapi ternyata hal demikian lebih disebabkan adanya fonis sepihak dari mereka tentang prinsip moral si artis. Sebagian mengatakan bahwa Lady Gaga merupakan pemuja setan karena seringkali menampilkan aksi-aksi yang menyimbolkan demikian; ada pula yang mengatakan bahwa dia ingin membawa masuk ajaran kaum Iluminati—dia diduga merupakan penganut aliran tersebut — ke Indonesia lewat lirik-lirik lagu dan jargon-jargonnya sehingga pada akhirnya akan menyesatkan kaum muda di Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa yang namanya anak muda selalu identik dengan idealism dan freedom willing, dan harus diakui pula bahwa Lady Gaga sangat mampu merepresentasikan hal itu lewat performa dan lirik-lirik lagunya. Tidak heran jika banyak kaula muda yang merasa bangga menjadi fans dari artis ini karena menurut mereka, di antara mereka dan artis tersebut ada kesamaan prinsip moral dan visi tentang hidup. benar bukan, teman-teman??? Hahaha….
Sebenarnya saya pribadi kurang suka dengan music yang dibawakan oleh Lady Gaga. Bukan karena lirik lagunya yang dianggap sesat, tetapi notasi atau nada-nadanya menurut saya kurang melodik dan tidak punya harmonisasi bahkan cukup seram kedengarannya di kuping saya., lagu-lagu dari Caty Perry atau Beyonce misalnya, buat saya masih lebih melodic dibanding lagu-lagu dari Lady Gaga. Itu hanya opini pribadi saya sebagai penikmat music, jadi mohon dimaklumi oleh rekan-rekan yang mungkin adalah the Little Monster. Meski saya tidak menyenangi lagu-lagunya, namun karena akhir-akhir ini dia sangat menggemparkan Indonesia, maka saya coba mencari salah satu lirik lagunya yang dianggap sesat itu untuk saya posting terjemahannya di sini. Setelah memilah-milah, maka saya memutuskan untuk memposting lirik yang berjudul Judas. Wowwww…! Luar bisaa unik lagu ini! Saya memilih lirik ini bukannya tanpa alasan. Sejak kecil saya sudah dicekoki dengan cerita-cerita dalam Injil tentang tokoh yang satu ini. Perlu diketahui bahwa di Alkitab, ada dua tokoh penting yang bernama Judas (Yudas), yang satu lagi adalah Yudas saudara Yesus yang mana adalah juga salah satu penulis surat dalam Alkitab Perjanjian Baru selain Yohanes, Petrus, Yakobus, Markus, Matius, Lukas, dan Paulus. Yang dimaksud dalam lirik Judas ini tentu saja Yudas Iskariot, murid Yesus yang berkhianat. Pengkhianatan inilah yang diangkat oleh Lady Gaga dalam lirik lagunya. Setelah saya simak dengan seksama lirik tersebut, saya menyimpulkan bahwa secara keseluruhan lagu ini sarat dengan hal-hal yang layak jadi kontroversi dan perdebatan.
Sebelum lanjut, saya lebih dahulu harus memaklumkan bahwasanya apa yang akan saya bahas kemudian, semata-mata berdasarkan pengetahuan saya yang masih dangkal tentang Alkitab dan interpretasi saya terhadap setiap kata dalam lagu ini. Benar-benar hanya berasal dari pemahaman saya tentang makna sebuah kata dan apa yang pernah saya baca dan dengarkan dari khotbah-khotbah para pendeta/hamba Tuhan. Lagipula, karena dia mengangkat kisah tentang tokoh agama, maka saya pun mengulasnya dari sisi yang sama.
Nah, kembali ke lirik lagu Judas, ada dua baris lirik yang paling menarik perhatian saya yaitu “Jesus is my virtue” (Yesus adalah kebajikanku) dan “Judas is the demon I cling to” (Yudas adalah setan yang kupegang teguh) . Nah, sangat bertentangan bukan?
Selain kalimat-kalimat tersebut, lirik lagu ini juga memuat salah satu kisah dalam Injil yang disajikannya dari sudut pandang yang berbeda – kalau tidak bisa dibilang bertentangan. di bagian awal, ada kalimat “when he comes to me I am ready”(saat ia mendatangiku aku siap) “I’ll wash his feet with my hair if he needs” (aku akan membasuh kakinya dengan rambutku jika ia memerlukannya). Dua larik ini menggambarkan salah satu kisah dalam injil yang menceritakan seorang wanita yang merasa berdosa kepada Tuhan dan ia datang mengurapi Yesus dengan sebotol minyak Narwastu yang harganya sangat mahal, kemudian ia membasuh kaki Yesus dengan air matanya lalu mengusapnya dengan rambutnya yang panjang (pertanda penyesalan teramat dalam akan dosa-dosanya). Apa yang digambarkan oleh Lady Gaga tidak sesuai dengan apa yang saya baca di Injil sejak kecil. Dalam Injil, jelas-jelas dikatakan bahwa wanita itulah yang mendatangi Yesus tanpa perintah atau permintaan dari siapapun; bahkan si Yudas Iskariot-lah yang pertama-tama mengkritik perbuatan itu karena dianggap pemborosan. Sementara dalam lagu ini, justru dikatakan “aku akan membasuh kakinya dengan rambutku jika ia memerlukannya”. Jadi seakan-akan Yesus-lah yang dengan sengaja mendatangi wanita itu dan ia tidak akan melakukan perbuatan seperti yang dikisahkan dalam Injil (membasuh kaki Yesus dengan air matanya dan mengusapnya dengan rambutnya) sebelum Yesus sendiri memintanya.
Dalam lagu ini Lady Gaga juga menggambarkan kebencian yang amat mendalam terhadap Yesus yang dinyatakannya sebagai sang raja tanpa mahkota. Karena itu ada lirik sbb: “I’ll bring him down, bring him down, down” (aku akan menghancurkannya, membunuhnya,) dan “a king with no crown, king with no crown” (seorang raja tanpa mahkota, raja tanpa mahkota”. Adapun julukan “raja tanpa mahkota” itu mengacu pada kekecewaan bangsa Yahudi yang saat itu telah sekian lama berada di bawah jajahan bangsa Romawi dan mereka berharap bahwa akan datang seorang Mesias (juruselamat) yang akan membebaskan mereka lalu mendirikan kerajaan sendiri. Ketika Yesus hadir dengan begitu banyak mujizat dan tanda-tanda ilahi, bangsa Yahudi menumpukan harapan itu kepada-Nya. Yesus pun seringkali membicarakan tentang sebuah kerajaan yang dikatakan-Nya sebagai kerajaan yang tak terguncangkan. Namun sesungguhnya yang dimaksudkan Yesus adalah sebuah kerajaan nonfisik yaitu “damai sejahtera karena anugerah keselamatan yang diberikan kepada setiap individu yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat”. Jadi siapa saja yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Hal itulah yang tidak dipahami oleh mayoritas bangsa Yahudi saat itu — bahkan sampai saat ini, sehingga banyak yang kecewa terhadap-Nya dan ketika Ia disalibkan, sebuah mahkota duri ditancapkan di kepala-Nya sebagai olok-olok. Selanjutnya, menurut saya, lirik lagu ini tidak mengajarkan tentang kemurnian kasih. Terbukti dengan lirik: “I couldn’t love a man so purely Even prophets forgave his crooked way” (aku tak bisa mengasihi satu orang dengan semurni-murninya meski para nabi telah mengampuni pengkhianatannya). Tetapi yang paling membuat kontroversi di lagu ini adalah pengakuannya bahwa ia mencintai ajaran Judas. Ini terlihat di sepanjang lagu ini yang mana lirik “I’m in love with Judas” dan “I’m still in love with Judas” muncul berulang-ulang kali.
Demikianlah yang bisa saya ulas kali ini. maaf kalau ada yang kurang berkenan di hati, otak, telinga, dan mata para pembaca. Satu pesan saya, janganlah kita terlalu mudah menghakimi orang lain! Kita tidak bisa menilai kepribadian seseorang hanya dari satu-dua karyanya. Di samping itu, tugas kita sebagai manusia bukanlah saling menghakimi, melainkan saling tolong-menolong, mengapresiasi, dan menghormati satu sama lain. Bagi yang kontra dengan Lady GaGa, silakan mendoakan beliau agar semakin hari semakin memahami jalan yang harus ditempuhnya; sementara bagi yang pro, silakan mendoakan mereka yang sok suci dan bermoral itu, dan berusaha dengan kekerasan memfonis Lady GaGa secara sepihak, agar semakin hari semakin melapangkan hati dan pikirannya sehingga tidak lagi menghakimi orang lain sekehendak hatinya. Sejujurnya, saya mengagumi Lady GaGa di satu sisi yaitu dia tidak munafik dan berani menampilkan dirinya apa adanya meski akibatnya ia menuwai banyak kontroversi. Setidaknya, ia jauh lebih jujur daripada mereka yang bersembunyi di balik topeng moralitas semu.
Mengenai postingan ini, jujur saja, awalnya saya bingung harus menempatkannya dalam kategori yang mana. Sekilas nampaknya kategori yang cocok adalah Lirik Lagu Inspiratif, namun setelah saya renungkan, lirik ini hanya sedikit sekali mengandung unsur inspirasi. Itupun mungkin hanya bernilai inspiratif bagi saya pribadi (jadi punya ide untuk menulis sesuatu tanpa kopas) hahahaha… Jadi akhirnya saya memilih Uncategorize saja untuk menghindari kesalahpahaman dan mengatasi kebingungan saya. Hehehe… — cari aman!
Tidak lupa terima kasih saya haturkan kepada Lady GaGa yang telah menggemparkan Indonesia sehingga saya terinspirasi untuk menuliskan ulasan yang sangat sederhana ini.

About these ads