Sebelum menyimak lirik-lirik yang sangat inspiratif dan menyentuh dari lagu ini, terlebih dahulu izinkan saya menceritakan latar belakang mengapa saya memilih lirik lagu ini sebagai salah satu lirik lagu yang inspiratif sehingga layak untuk diposting kali ini. Jujur, saya sangat emosional saat mendengar lagu ini. Mengapa? Karena beberapa waktu belakangan ini saya sedang menghadapi kenyataan pahit bahwa saya hamper saja kehilangan ayah saya tercinta. Pada tanggal 30 Desember 2010, Beliau dibawa ke rumah sakit akibat penyakit stroke-nya kambuh. Memang beberapa kali beliau pernah mengalami hal ini, tetapi sudah bertahun-tahun yang lalu. Saat itu saya masih tinggal dengan keluarga di kota Makassar, jadi saya tahu persis perkembangan yang terjadi setiap detiknya pada Ayah saya. Namun saat ini saya jauh dari mereka. Ingin sekali rasanya pulang ke sana meski harus meninggalkan pekerjaan, tetapi setelah merenung kembali akhirnya saya memutuskan untuk tidak pulang dan memantau keadaan beliau lewat telepon saja. Keputusan ini memang berat tetapi saya pikir inilah yang terbaik. lebih berguna jika uang itu saya kirim untuk membayar biaya perawatan dan obat-obatan yang dibutuhkan Ayah saya, daripada untuk memulangkan saya ke sana, padahal di sana saya juga tidak bias melakukan apapun. Malah mungkin saja akan membebani keluarga saya. Tanggal 13 Januari, beliau tiba-tiba mengalami masa kritis sehingga adik-adik saya yang menjaganya tak mampu menahan tangis. Saya yang mendengar kabar itu sangat terkejut, sehingga panic, sedih dan bingung. Tapi apa yang bias saya lakukan??? Tidak ada!!! Saat itu saya benar-benar panic, gelisah, stress, dan entah apa lagi. Saya hanya mampu menjerit kepada Tuhan. Hanya Dia yang dapat menolong kami. Dalam doa, saya selalu berucap: “Tuhan… tidak ada yang kuinginkan saat ini selain Kaumenyembuhkan Ayahku. Sembuhkan dia dengan sempurna sebab bagiMu tidak ada yang mustahil, Tuhan. Semua sel dan pembuluh yang rusak Engkau gantikan dengan yang baru karena Engkaulah yang telah menciptakan organ-organ tubuh manusia dan aku yakin Engkau tidak kekurangan stok untuk memperbaharui yang rusak. Izinkan aku membahagiakannya dengan segala prestasi dan pencapaian positif yang akan kuraih.” Setiap hari, pagi, siang, sore, malam, saya tak henti-hentinya berdoa dan memantau keadaan beliau dengan menelepon salah seorang adik saya yang menjaganya. Rasa takut kehilangan beliau telah membangkitkan kenangan-kenangan indah saya bersama beliau. Bagaimana beliau mengantar-jemput saya ke sekolah, tidak hanya ketika di SD, bahkan sampai saya kuliah pun masih diantar-jemput oleh beliau. Sampai-sampai ada yang menjuluki saya sebagai “anak TK”. Bukan hanya ke sekolah/kampus beliau mengantar-jemput saya, bahkan juga ke tempat kursus, ke gereja, dan ke acara-acara yang harus saya hadiri. Beliau jugalah yang senantiasa setia membantu ssaya mengerjakan tugas-tugas dari sekolah/kampus, ataupun dari instruktur music saya. Beliau yang pertama kali mengajarkan saya menggunakan huruf Braille (huruf yang khusus digunakan oleh tunanetra), bermain catur yang khusus untuk tunanetra, memperkenalkan saya kepada berbagai jenis olahraga, melatih saya berhitung dengan menggunakan rumus-rumus yang rumit, mengajarkan saya berbahasa Inggris (bahkan sebelum saya mencicipi bangku sekolah), dan masih banyak lagi pengetahuan yang beliau berikan. Tak pernah letih beliau membimbing saya, apalagi jika sudah menyangkut pendidikan. Teringat jelas bagaimana beliau dengan begitu setia mengantar-jemput saya ke sekolah, padahal jarak antara rumah dan sekolah saya saat SD memakan waktu hamper setengah jam untuk menempuhnya dengan motor; saya juga tidak mungkin melupakan bagaimana beliau meski harus terkantuk-kantuk, tetap menemani dan membantu saya mengerjakan tugas dari kampus sampai larut malam, bahkan kadang sampai menjelang subuh, tanpa mengeluh sedikitpun. Saat tulisan ini dibuat, saya menerima kabar bahwa beliau sudah diizinkan pulang dan akan melakukan rawat jalan. Saya terus berdoa kepada Tuhan, kiranya Tuhan memberikan kesehatan baru padanya dan memampukannya menjalankan pola hidup yang sehat.
Saya piker pendahuluan ini sudah kepanjangan, maaf kalau membuat teman-teman tidak nyamanmembacanya. Saya juga sudah tidak sanggup melanjutkan cerita ini, sebab begitu menguras emosi saya. Kalau begitu, langsung disimak saja ya…

Daddy, You know how much I love you
(ayah, kautahu betapa aku sangat menyayangimu)
I need you
(aku membutuhkanmu)
Forever I’ll stay by your side
(aku akan berada di sisimu selamanya)
Daddy oh Daddy
(ayah, oh ayah)
I want always bliss you
(aku ingin selalu membahagiakanmu)
But I never stop trying
(namun aku takkan berhenti mencoba)
to be your number one
(untuk menjadi nomor satu)

You understand me….
(kaumengerti aku)
You teach me how to pray..
(kaumengajarkanku bagaimana berdoa)
And you play the game I love to play
(dan kaumemainkan permainan yang kusukai)
I have no fear here when you are near
(aku tak punya rasa takut saat kau ada di sini)
You guide me through the dark is night
(kaumenuntunku melewati gelapnya malam)

I love you Daddy…
(aku menyayangimu Ayah…)
You are my hero (and you always in my dream)
(kau adalah pahlawanku (dan kau selalu ada dalam mimpiku))
I love you daddy oh daddy
(aku menyayangimu ayah oh Ayah)
You are my superstar
(kau adalah bintang yang luar biasa bagiku)

Daddy, You know how much I love you
(Ayah, kautahu betapa aku menyayangimu)
I want you to help me
(aku ingin kaumenolongku)
Please show me the way
(tunjukkanlah arah yang benar)
Daddy oh Daddy
(Ayah oh Ayah)
Sometimes I might do wrong
(terkadang aku melakukan yang salah)
But I never stop trying
(tetapi aku tak pernah berhenti berusaha)
To be your number one
(untuk menjadi yang nomor satu bagimu)

I wanna show you
(aku ingin menunjukkan padamu)
I’ll be as strong as you
(aku akan tegar sepertimu)
When I grow up I still look up to you
(saat aku beranjak dewasa, aku tetap akan membutuhkan bimbinganmu)
So have no fear here I believe here
(maka aku yakin tak ada ketakutan di sini)
I will be my daddy’s boy
(aku akan menjadi anak Ayah)

I love you Daddy…
(aku menyayangimu Ayah…)
You are my hero (and you always in my dream)
(kau adalah pahlawanku (dank au selalu ada dalam mimpiku))
I love you daddy oh daddy
(aku menyayangimu Ayah oh Ayah)
You are my superstar
(kau bintang yang luar biasa bagiku)

The one in a million and a million in one
(satu di antara sejuta dan sejuta dalam satu)
Forever I want to be by your side
(selamanya aku ingin di sisimu)
You’re in a million
(kau adalah satu di antara jutaan)
Show me the way
(yang menunjukkan jalan bagiku)
Guide me through my night
(tuntunlah aku melewati malam-malamku)

About these ads